Yandex.Metrica

(Re-Adress) Manifest Dalam Proses Pengurusan Dokumen Impor Barang

Jasa importtentang Re-Adress B/L atau biasa disebut Redress. Importir banyak mengeluhkan mengenai biaya yang harus dibayarkan dan waktu yang dibutuhkan untuk proses Redress tersebut. Sedangkan mereka sangat berharap barang yang diimpor tersebut bisa keluar lebih cepat dari port (kawasan pabean). Bagi anda yang belum mengetahui proses ini mari kita bahas lebih lanjut.

Pada dasarnya Redress adalah proses untuk penyesuaian, merubah, merevisi data manifest dari carrier (pengangkut) yang telah terkirim di database Bea cukai pada saat kapal / pesawat tiba, data yang dimaksud di sini adalah data manifest (data muatan barang yang dibawa oleh kapal / pesawat). Jadi data tersebut adalah data yang dikirim oleh pemilik armada/ kapal/ pesawat atau agen/ perwakilannya di pelabuhan tujuan di kantor pelayanan Bea Cukai dimana barang import tersebut dibongkar dan diurus Customs Clearance nya.

Jadi data-data yang dikirim oleh importer ke Bea Cukai melalui Pemberitahuan Impor Barang (PIB) jika ada perubahan meskipun dilakukan revisi, tidak serta merta dapat dikatakan redress.Karena redress hanyalah terhadap data yang dikirim ke bea cukai oleh pelayaran maupun maskapai penerbangan. Tentunya data tersebut merupakan data yang telah fix (final). Artinya data tersebut juga telah mendapat persetujuan dari para importer yang menggunakan jasa pelayaran/ maskapai penerbangan tersebut.

Contoh kasus : Pelayaran mengirim pemberitahuan data manifest kepada importir via fax tgl. 25 Agustus 2014 pukul.09.00, namun dalam pemberitahuannya tersebut di tulis “Deadline, mohon dikoreksi paling lambat tgl. 25 Agustus 2014, pukul.12.00, jika tidak ada koreksi data kami anggap benar, segala beaya yang terjadi karena ketidak sesuai data bukan tanggung jawab kami”. Hal tersebut berarti waktu yang diberikan oleh pelayaran kepada importir hanya 3 jam untuk melakukan koreksi (dari pk.09.00 s/d pk.12.00). Padahal belum tentu importir telah mendapat dokumen (B/L atau AWB, & dok lainnya) dari pengirimnya (eksportir). Namun jika kita telah tertib pada saat persiapannya (misal mengoreksi B/L sebelum diterbitkan), kesalahan data kemungkinan tidak akan terjadi, artinya ekspor-impor kita telah direncanakan dengan matang pada seluruh dokumennya.Kalau toh masih terjadi Redress, maka hal tersebut dapat dilakukan dengan menyiapkan dokumen -dokumen antara lain :
– Surat permohonan Redress
– Bill of Lading atau Air Way Bill yang telah terkoreksi oleh pelayaran/ maskapai
– Packing List
– Invoice
– Surat pernyataan yang menerangkan sebab terjadi Redress
– Dokumen pendukung lainnya (jika diminta oleh Bea cukai), semisal PO, Sales Contract, Shipping Instruction atau lainnya.

Setelah itu Bea cukai akan melakukan pemeriksaan, penelusuran atau mungkin saja dilakukan wawancara untuk meminta keterangan “kenapa terjadi redress” kepada pemilik barang/ pelayaran/ kuasanya. Jadi intinya redress adalah bertujuan untuk menyesuaikan data yang ada di databasae Bea Cukai yang dikirim oleh pelayaran dengan data dokumen fisik kita sewaktu kita mengurus impor (atau bisa juga saat ekspor). Karena jika data fisik yang kita ajukan berbeda dengan data yang dikirim oleh pelayaran, maka akibatnya pengurusan Ekspor – Impor kita akan di reject.


Share:

Warehousing and Distribution Service

Jasa importir• Total warehousing management

• Inbound and outbound process with back office support
• Receiving, storage, and packaging areas
• Full-service facilities

Global Cargo Warehousing and Distribution Benefits:


• Secure and clean warehouse environments
• Expert care in handling and storing of products
• Inventory management systems
• Daily communication of warehousing activities
• Saving you time and reducing errors
• Ability to reduce on-hand inventory allowing for better utilization of factory floor space
• Low cost warehousing located near your customers
• Consolidation point for suppliers making multi-plant shipments

Share:

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)

Jasa import Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas nama importir atau eksportir. Terus apa sih, kewajiban pabean itu? Secara sederhana pengertian kewajiban pabean adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh importir atau eksportir dalam rangka memenuhi segala aturan yang ditetapkan untuk dapat mengimpor atau mengekspor barang agar dipenuhinya hak-hak keuangan negara, perlindungan industri dalam negeri, dan lain sebagainya.

Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan, PPJK wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (NPPPJK). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor  63/PMK.04/2011 tentang Registrasi Kepabeanan. Nah lho, apa sih registrasi itu? Secara bahasa orang kantor bea cukai, pengertian registrasi adalah kegiatan pendaftaran PPJK yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mendapatkan nomor identitas berupa NPPPJK.

Sebagai informasi tambahan, dengan adanya PMK Nomor 59/PMK.04/2014 tentang Registrasi Kepabeanan maka PMK Nomor 63/PMK.04/2011 tentang Registrasi Kepabeanan telah dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi, namun NPPJK yang telah dimiliki oleh PPJK masih berlaku.

NPPPJK berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuknya. Hasil registrasi digunakan untuk melakukan penilaian dan pembuatan profil PPJK. Penilaian dan profil PPJK digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan pengawasan kepabeanan kepada pengangkut, importir, dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada PPJK.



Kenapa Harus Memakai PPJK?

Setiap perusahaan mungkin mampu melakukan hubungan dagang secara langsung dengan perusahaan di luar negeri untuk mengimpor ataupun mengekspor barang. Namun tidak semua perusahaan mau melakukan kegiatan ekspor dan impor secara sendiri. Salah satu alasan yang paling sering dikemukakan adalah karena sulitnya proses penyelesaian kewajiban kepabeanan dalam kegiatan impor atau ekspor.

Proses penyelesaian kewajiban kepabeanan, atau yang sering disebut customs clearance, adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan ekspor atau impor barang. Sebagian dari kita berpendapat bahwa proses penyelesaian kewajiban kepabeanan  sangat sulit, berbelit-belit, rumit, dan perlu banyak duit. Namun tidak demikian dengan pendapat dari orang-orang yang sudah ahli dibidang tersebut, mereka menganggap bahwa proses penyelesaian kewajiban kepabeanan adalah kegiatan yang sangat mudah, cepat, transparan, terbuka, efektif dan efisien.

Bagi perusahaan yang ingin mengembangkan usaha dan melakukan kegiatan ekspor atau impor sendiri, namun masih ragu atau belum mampu menyelesaikan sendiri urusan penyelesaian kewajiban kepabeanan, perusahaan tersebut dapat meminta bantuan dan asistensi kepada PPJK untuk menyelesaikannya.

Gimana sih cara memilih PPJK yang benar?

Untuk mendapatkan informasi seputaran PPJK yang terdaftar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kita dapat melihatnya di situs www.beacukai.go.id. Namun perlu diingat bahwa dalam memilih PPJK tidak sekedar berdasarkan legalitas dari PPJK tersebut, namun kita juga mesti mengetahui tentang kemampuan PPJK tersebut dalam melakukan kegiatan kepabeanan untuk memenuhi keinginan kita sebagai pengguna jasa. Sebuah entitas PPJK yang bernaung dalam sebuah perusahaan besar belum tentu dapat memenuhi harapan kita sebagai pengguna jasa. Dalam memilih  PPJK ada baiknya jika mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Legalitas PPJK;
  2. Kejelasan dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan;
  3. Kejelasan dan keterbukaan informasi dalam penyelesaian pekerjaan;
  4. Kemampuan PPJK dalam menyelesaikan masalah di lapangan;
  5. Ketaatan PPJK pada perjanjian kerja yang telah disepakati;
  6. Kejelasan tentang biaya-biaya yang timbul dalam proses kegiatan penyelesaian kewajiban pabean.
Share:

Freight Forwarding

Jasaimport Freight Forwarder ialah suatu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang keagenan yang mengurusi pengiriman dan juga penerimaan barang Export dan Import secara menyeluruh dan lengkap. Jadi bukan sekedar shipping agent saja, sehingga jasa pengiriman yang ditawarkan oleh perusahaan Freight Forwarder itu jauh lebih lengkap dan lebih bervariasi. Pengiriman barang tersebut dapat dilakukan lewat jalur transportasi darat, dan laut maupun udara tanpa perlu harus dimiliki sendiri armada atau sarana dan prasarana transportasinya oleh perusahaan Freight Forwarder nya.

Berbagai Cara Pengiriman Barang



Sedangkan pengiriman barangnya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Berdasar Alamat Pengiriman

Berdasar alamatnya maka barang bisa dikirim secara DD (Door to Door) atau DP (Door to Port) atau PD (Port to Door) atau PO (Port to Port).

Berdasar Sistem Kirimnya

Berdasarkan sistem kirimnya maka pilihannya bisa sebagai berikut.

LCL (Less Container Loaded)

LCL atau Less Container Loaded ialah suatu sistem pengiriman barang yang kapasitas jumlahnya dibawah standar kapasitas muat container. Sehingga barang akan dihitung secara kubikasi dan dikumpulkan dengan berbagai barang kiriman lainnya hingga kontainer terisi penuh baru akan dikirim.

FCL (Full Container Loaded)

FCL atau Full Container Loaded ialah suatu sistem pengiriman barang yang dilakukan dalam satu container penuh secara khusus.

Berdasarkan Tempat Kontainernya

Berdasarkan jenis kontainernya maka bisa berupa sebagai berikut.

Dry Container

Dry Container atau kontainer standar merupakan jenis container kering atau standar yang dipergunakan untuk mengirim barang-barang umum yang tidak berbahaya, bukan berbentuk gas ataupun cair.

Reefer Container

Reefer Container merupakan jenis container yang dilengkapi dengan pengatur suhu, untuk pengiriman bahan makanan segar misalnya.

Open Top Container

Open Top Container merupakan jenis container yang bagian atasnya terbuka, untuk pengiriman barang dengan tinggi yang melebihi standar Dry Container.

Flat Rack Container

Flat Rack Container merupakan jenis container datar yang terbuka pada seluruh bagiannya, untuk pengiriman barang dengan lebar yang melebihi standar Dry Container.

Cakupan Jasa Freight Forwarding

  • Berbagai jasa Freigh Forwarding ialah meliputi sebagai berikut.
  • Berbagai perijinan kepabeanan, terkait dengan ketentuan bea cukai masing-masing negara yang bersangkutan.
  • Dokumentasi ekspor serta impor internasional
  • Pertanggungan atau Asuransi Barang yang dikirim
  • Pengepakan atau Packing
  • Penyimpanan di gudang miliknya
  • Manajemen persediaan
  • Pemilihan Rute Jalur Pengiriman yang paling ekonomis dan paling aman
  • Koordinasi pembelian dan pengiriman barang
  • Dan lain sebagainya, terkait proses impor ekspor barang, terutama mengenai pengiriman barangnya sehingga akan bisa lebih efisien karena jasanya yang lengkap dan menyeluruh tersebut.

Global menyediakan jasa pengiriman barang yang lengkap. Bisa cek web resmi  dan untuk konsultasi terlebih dahulu, cukup hubungi saja kontak number yang tersedia. Kesempatan untuk konsultasi tersedia selama 24 jam dan 7 hari sepekan penuh tanpa libur.

Perusahaan logistic ini selalu siap sedia untuk membantu proses kirim mengirim barang dengan fasilitas yang lengkap termasuk fasilitas pemesanan barang dan pemilihan supplier yang terpercaya. Pelanggan bisa dengan tenang dan nyaman pembeli tinggal menunggu barang hingga sampai di rumah atau alamat tujuan, tanpa perlu repot-repot dan pusing mengurus berbagai dokumen dan prosedur yang rumit di bea cukai dan masing-masing pelabuhan di setiap negara yang bisa berbeda-beda aturan dan ketentuannya. bahkan juga memberikan asuransi senilai invoice barangnya.

Share:

Door to Door dan Port to Port

 DOOR TO DOOR – Prospek ekspor maupun impor saat ini menjadi sebuah peluang yang sangat besar bagi komponen unit usaha kecil menengah atau yang sering disebut dengan UKM. Khususnya untuk prospek ekspor, peluang tersebut seharusnya bisa digarap semaksimal mungkin oleh pelaku usaha tanah air dalam meningkatkan jumlah arus ekspor barang.

Dilain halnya mengenai prospek impor barang, prospek impor juga terbilang cukup besar dan pesat dimana kita dapat mengambil beberapa manfaat tentang impor barang, diantaranya jika kita mengimpor berupa barang-barang teknologi dari China, jepang, amerika, dan lain-lain, maka kita dapat membandingkan dan mempelajari kemajuan teknologi di negara tersebut serta berfikir untuk dapat kita aplikasikan ditanah air.

Kedua prospek tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri tergantung bagaimana sudut pandang kita dalam melihatnya.


Apa itu Door to Door service ?

Door to door service dalam dunia cargo memiliki definisi berupa sebuah layanan dimana mode pengiriman sebuah barang akan dijemput atau di pick up ditempat pengirim dan diantar ke tempat penerima barang atau Consignee. Door to door juga bisa diartikan sebagai bentuk layanan dimana para pelanggan tidak perlu repot untuk mengantarkan atau mengambil barang kirimannya ke perusahaan pengiriman atau perusahaan forwarding dan biasanya prospek door to door ini sangat dominan untuk masalah impor barang dari luar negeri.

Oleh karena itu, bisa dikatakan door to door ini adalah salah satu cara untuk para importir yang ingin menempuh jalur cepat dan tanpa perlu repot untuk menghadapi proses kepabeanan dan proses lainnya. Akan tetapi, salah satu kekurangan layanan ini adalah tarif harga jasa yang diberlakukan cukup mahal dibandingkan dengan mode pengiriman port to port.

 

Apa manfaat dan fungsi door to door service dalam dunia kargo?

Beberapa manfaat beserta fungsi door to door service dalam pengiriman barang yaitu:

1.  Manfaatnya adalah barang langsung dijemput ditempat penjual dan dikirim langsung ke gudang consignee / pemilik barang.
2.  Fungsi utamanya adalah Jika barang yang akan impor itu terkena lartas ( larangan pembatasan), masalah kuota impor, karantina SNI, dan sejenisnya, maka layanan door to door ini adalah solusinya dalam mengatasi permasalahan tersebut.

 

Dan bagaimana dengan Port to Port?

Port to Port service atau general shipment memiliki definisi yang hampir sama dengan door to door service, akan tetapi perbedaan nya adalah dimana mode pengiriman ini hanya diantarkan ke port saja.

Port to port juga bisa diartikan dimana shipper atau pengirim barang mengantarkan barang

kirimannya ke perusahaan pengiriman atau forwarder company yang telah ditunjuk ditempat asal shipper, dan dikirim ke port penerima barang. serta penerima barang atau consignee tersebut juga mengambil sendiri di port yang telah ditentukan oleh consignee sendiri.

Jadi, terma port to port adalah mode pengiriman via pelabuhan atau bandara muat hingga ke pelabuhan atau bandara bongkar.

Apa manfaat dan fungsi port to port dalam dunia kargo?

Beberapa manfaat beserta fungsi port to port service dalam pengiriman barang yaitu:

1.  Manfaatnya adalah biaya atau cost nya jauh lebih murah dibandingkan door to door service.
2.  Fungsi utamanya adalah dimana setiap pengiriman dapat dipantau secara komprehensif dan seksama baik itu dari software kepabeaian maupun keamanan dalam pengiriman yang terjamin.

Untuk memudahkan anda, kami pihak Global dapat menjadi partner anda dalam mengurusi berbagai permasalahan yang anda hadapi baik itu dalam pengurusan kepabeanan, melayani pengiriman baik itu door to door maupun port to port, dan layanan lainnya.

Butuh bantuan?


Share:

customs clearace

Jasaimport 


Di dalam aktivitas proses pengiriman barang logistik, tentunya ada berbagai macam jenis administrasi yang ada dan perlu diketahui agar proses pengiriman barang tersebut dapat berjalan dengan lancar. Salah satu administrasi yang ada adalah custom clearance. Lantas, apakah itu custom clearance? Seberapa penting proses administrasi bagi aktivitas logistik itu sendiri? Berikut informasinya.

Aktivitas pengiriman barang logistik adalah salah satu jenis aktivitas yang memainkan peranan cukup penting di dalam aktivitas keseharian yang ada. Ya, pengiriman barang merupakan satu dari beberapa kegiatan yang penting di dalam proses pengiriman barang itu sendiri di dalam kehidupan masyarakat. Tanpa adanya aktivitas ini, tentunya pemenuhan kebutuhan yang ada dapat terganggu di dalam kesehariannya.

Di dalam proses pengiriman barang itu sendiri, ada beberapa rute jalur yang menggerakkan roda logistik di dalam kehidupan masyarakat sehari-harinya. Rute-rute ini memainkan peranan yang cukup vital bagi keberlangsungan aktivitas logistik itu sendiri.

Lalu, apa sajakah jalur rute-rute yang ada di dalam alur roda pergerakan logistik pada saat ini?

Setidaknya ada tiga jalur rute logistik yang memainkan peranan di dalam aktivitas logistik itu sendiri. Masing-masing jalur rute logistik tersebut adalah jalur darat, jalur laut, dan juga jalur udara. Tentunya ketiga rute jalur ini bahu-membahu melakukan proses penyaluran ataupun pengiriman barang logistik kepada masyarakat ataupun para pelaku sektor bisnis usaha yang ada.

Ketiga jalur rute ini tentunya telah membuat kelancaran pada pemenuhan bahan-bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Apabila satu jalur rute mendapatkan hambatan pada proses pengiriman barang logistik, rute jalur lainnya bisa dilalui dengan baik sehingga proses logistik tersebut tidak menjadi terhenti.

Selain memiliki beberapa rute yang ada, aktivitas logistik pun juga memiliki berbagai istilah di dalam aktivitasnya tersebut. Salah satu istilah yang ada yaitu custom clearance.

Mungkin bagi sebagian kalangan ataupun bagi masyarakat itu sendiri, mendengar istilah custom clearance sendiri masih terdengar cukup asing dan juga kurang begitu dipahami. Namun kenyataannya, istilah custom clearance merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dipahami bagi para penyedia layanan jasa pengiriman barang ataupun para pengguna dari layanan itu sendiri.

Lantas, apa itu custom clearance? 


Apa yang perlu dipahami dari sebuah istilah yang cukup melekat di dalam aktivitas logistik itu sendiri?

Custom clearance sendiri dapat diketahui sebagai sebuah proses administrasi pengeluaran atau pengiriman barang dari wilayah muat ataupun bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan atau sebuah administrasi pemerintah. Secara ringkas di dalam aktivitas logistik, maka custom clearance dapat diketahui sebagai sebuah pemenuhan kewajiban kepabeanan di bidang ekspor dan impor.

Sebuah custom clearance sendiri secara sah tertuang di dalam UU (Undang-Undang) yang berlaku di Indonesia. Undang-Undang Kepabeanan Nomor 10 tahun 1995 adalah sebuah UU yang mengatur kepabeanan dan juga di dalam peraturan custom clearance ini.

Di dalam custom clearance itu sendiri, terdapat beberapa tahapan prosedur yang perlu dilakukan dan juga dilewati ketika ingin mendapatkan barang yang telah dikirimkan oleh sebuah aktivitas logistik. Setidaknya ada tiga tahap yang ada pada sebuah aktivitas custom clearance yaitu Pre-Clearance, Clearance, dan juga Post Clearance.

Jika tahap Pre-Clearance telah dilewati, maka tahap administrasi kedua adalah Clearance. Ada tiga hal yang berada di dalam tahap clearance ini yaitu pemberitahuan pabean, pembayaran pajak, dan juga pengeluaran barang. Jika diketahui lebih dalam, maka proses tahapan dari Clearance ini adalah sebagai berikut.

– Pembuatan pemberitahuan pabean dan sending data ke bea cukai.

– Pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

– Pemeriksaan fisik barang.

– Pemeriksaan dokumen.

– Pengambilan sampel barang untuk pemeriksaan fisik maupun uji laboratorium.

– Pengeluaran barang.

Dalam jangka waktu hingga 30 hari, petugas bea cukai akan pemeriksa dokumen masih dapat memeriksa dokumen yang diajukan. Dan jika masih ada dokumen yang kurang, maka petugas akan menerbitkan nota pembetulan.

Setelah kedua tahap tadi telah dilalui, maka tahap administrasi terakhir yang perlu diikuti adalah proses Post Clearance sebelum keluarnya barang logistik tersebut. Pada tahap Post Clearance sendiri, ada dua hal yang berada di tahap akhir ini yaitu adanya audit kepabeanan dan juga penelitian ulang.

Pada bagian ini juga, baik audit kepabeanan ataupun pada penelitian ulang sendiri akan menghasilkan sebuah tagihan yang disebut dengan penetapan pabean. Penetapan ini akan menjadi dasar penerbitan billing yang wajib diselesaikan oleh perusahaan. Penetapan dapat berbentuk SPKTNP, SPP maupun SPSA bergantung pada temuan yang dihasilkan.

Di dalam sebuah aktivitas pengiriman barang logistik, tentunya ada berbagai macam bagian yang ada dan juga mengiringi di dalam proses aktivitas logistik tersebut. Custom clearance merupakan salah satu bagian administrasi yang cukup penting di dalam penyaluran barang logistik kepada masyarakat ataupun kepada para pelaku bisnis usaha yang membutuhkan kebutuhan barang-barang dari proses logistik ini.

Dengan adanya sebuah proses administrasi custom clearance sendiri, maka barang logistik tersebut akan terjamin keamanan dan juga keabsahan dari barang logistik yang akan dikirimkan maupun yang akan didistribusikan tersebut. Dan untuk semakin menjamin proses pengiriman barang logistik Anda, Anda bisa menyerahkannya kepada pt global merupakan salah satu platform layanan pengiriman barang yang terintegrasi dengan sistem online dan pastinya dapat memudahkan Anda di dalam proses pengiriman barang itu sendiri.Tak hanya sampai disitu, proses administrasi pengiriman yang berbentuk digital dan mudah, dapat melakukan pelacakan pada setiap aktivitas pengiriman barang hingga adanya asuransi pengiriman adalah beberapa fitur yang dapat memudahkan Anda di dalam proses pengiriman barang itu sendiri.

Jadi, tunggu apalagi? Segera isi administrasi di platform bersama pt global dan dapatkan kemudahan dan juga kecepatan di dalam pengiriman barang Anda bersama kami

Share:

LAND TRANSPORTATION

Jasa importir


 PT. GLOBAL  menyediakan berbagai moda transportasi darat untuk pengangkutan dari bandara atau pelabuhan ke gudang, atau dari gudang ke gudang dengan penanganan profesional.

menyediakan berbagai moda transportasi darat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan barang yang akan dimuat.  Moda trasportasi darat kami meliputi Minivan, Pick Up, Truck engkel, Truck CCD, Fuso, Wingbox, Box Reefer, Tronton, Kontainer, dll. Dijalankan pengemudi profesional dapat dikirim ke lokasi Anda untuk mengantar kargo dan mengirimkannya dengan tepat waktu, harga kompetitif dan semuanya ditangani dengan aman dan hati-hati.

Share:

Jasa Undername Import

 

Apa yang di Maksud Ekspor Impor Undername ?


Jasa Undername ekspor impor suatu usaha jasa yang melayani sewa menyewa izin usaha , apakah itu dalam hal ekspor impor maupun untuk kegiatan jenis usaha lainnya kontraktor , trading dan lain lain

Jasa Ekspor undername adalah salah satu jenis usaha yang menyediakan jasa sewa izin ekspor perusahaannya kepada pihak pihak atau orang yang mau ekspor barang tetapi tidak mempunyai izin ekspor barang dari instansi terkait seperti kemendag, bea cukai dan lain lain , tidak jauh berbeda dengan impor.Perusahaan jasa undername ekspor menangani kegiatan sewa izin untuk kiriman barang keluar negeri.

Jasa Impor undername Adalah salah satu jenis usaha yang menyediakan jasa sewa izin impor perusahaannya kepada pihak pihak atau orang yang mau impor barang tetapi tidak mempunyai izin impor barang. seperti yang sama sama sudah kita ketahui.Perusahaan jasa undername impor mempunyai tugas dan tanggung jawab dengan masuknya barang barang impor yang di beli oleh orang lain dari luar negeri dan masuk ke wilayah pabean indonesia dan perusahaan undername impor tentu memiliki izin dari instansi terkait.istilahnya adalah indentor impor yang memang kegiatan ini legal sepanjang tidak menyalahi aturan pemerintah dan tidak menyelundupkan barang ke wilyah negara kita ini. jika terjadi maka sanksinya cukup berat




Pekerjaan undername ekspor secara sederhana saja:

  • Menerima sewa atau imbal jasa untuk kegiatannya dari pemilik barang
  • Membuat shipping instruction, kalau real shipper memboking sendiri keberangkatan barang baik melalui laut maupun udara
  • Melaksanakan kegiatan kepabeanan , sperti membuat packing list,invoice dan membuat data PEB untuk mendapat NPE
  • Melaksanakan keberangkatan barang ekpsor dari gudang real shipper ke pelabuhan setelah mendapat NPE atau di paralel pekerjaan ini oleh undername ekspor
  • Melaksanakan customs cealarance barang dan memasukkannya ke areal pabean
  • Setelah semua kegiatan diatas diselesaikan maka undername ekspor tersebut akan membuat dan memeriksa dokumen, seperti packing list,invoice,form SKA jika diminta real shipper, menebus BL setelah melakukan pembayaran , dan mengirimkan dokumen kepemilik barang, ada juga karena sudah saling kenal biasanya perusahaan undername ekspor akan mengirim langsung ke alamat pemilik barang di luar negeri. tentu semua pekerjaan tersebut jasanya ada nilai.

Ruang lingkup pekerjaan undername impor :

 

  • Menerima sewa atau imbal jasa untuk kegiatannya dari pemilik barang
  • Memeriksa dokumen yang dikirm dari vendor di luar negeri untuk dan atas nama undername impor , pemeriksaan dokumen mulai dari packing list,invoice, form ATIGA bill of lading dan dokumen pendukung lainnya .
  • Melaksanakan kegiatan kepabeanan , seperti membuat PIB , e-billing dan pemilik barang mebayar pajak , setelah itu pihak undername impor akan melaksanakan pekerjaan untuk customs clearance impor, menyelesaikan jika ada masalah di kepabeanan tentu mereka berkoordinasi dengan pemilik barang
  • Setelah proses custom impor selesai maka undername impor akan mengirim barang ke gudang real importir atau pemilik barang sebenarnya.\
  • Pekerjaan selesai undername impor akan menerima pembayaran yang sudah di sepakati.

Jenis jasa undername ekspor dan impor :

  • Menerima pekerjaan jasa sewa undername ekspor dan impor
  • Handling, customs clearance
  • Jasa trucking
  • Mengurus izin izin yang terkait dengan kegiatan ekspor dan impor jika ada larangan dan pembatasan

Share:

AIR FREIGHT

 Frieght atau impor barang melalui udara sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan butuh pemenuhan barang segera. Dari sisi biaya relatif lebih mahal apabila dibandingkan pengiriman melalui laut. Dengan demikian selain kecepatan dari segi volume ataupun bobot akan menjadi pertimbangan selanjutnya. PT. GLOBAL FASTASTIS 

dengan jaringan luas baik pengirim, agen pengiriman dan kepabeanan dengan bantuan IT canggih dapat memonitor (tracking) pengiriman setiap saat. Dengan pengalaman hampir 10 tahun dan didukung ahli kepabeanan mampu bekerja secara efisien. Barang belum tiba kami sudah mulai bekerja mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pengeluaran barang dari pihak kepabeanan dan instansi terkait, sehingga ketika barang tiba kami segera mengurusnya secara cepat dan efisien dari segi waktu dan maupun biaya yang dikeluarkan. 

Share:

SEA FREIGHT

SEA FRIGHT IMPORT

Penjelasan sea Freight atau pengiriman barang melalui laut sangat ideal untuk barang berkapasitas besar dengan biaya lebih murah.
Melayani jasa pengurusan atau customs clearance barang impor serta pengiriman dari berbagai negara dalam bentuk Less Container Load (LCL), breakbulk cargo maupun Full Container Load (FCL) melalui angkutan laut sampai tujuan diberbagai wilayah Indonesia. Dengan jaringan luas baik pengirim (shipper), agen pengiriman (carrier) dan kepabeanan (customs) dengan bantuan IT canggih dapat memonitor (tracking) pengiriman setiap saat. Dengan pengalaman hampir 10 tahun dan didukung tenaga ahli kepabeanan yang kompeten dibidangnya kami mampu bekerja secara efisien. Barang belum tiba kami sudah mulai bekerja mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pengeluaran barang dari pihak kepabeanan dan instansi terkait, sehingga ketika barang tiba kami segera mengurusnya secara cepat dan efisien baik waktu maupun biaya yang dikeluarkan.

Share:

Barang Kiriman dari Luar Negeri tertahan di Bea dan Cukai?

  Barang Kiriman dari Luar Negeri tertahan di Bea dan Cukai?



Banyak yang bertanya tentang prosedur barang kiriman dari luar negeri (baik membeli maupun hadiah) dan yang “katanya” tertahan di Bea dan Cukai.

Berikut ini saya mencoba menjelaskan tentang prosedur impor barang, terutama barang kiriman. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Semoga bermanfaat.

 Pertanyaan 1:

Berapa batas maksimal nilai barang kiriman yang mendapat fasilitas pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)?

Jawaban:

Terhadap barang kiriman, diberikan pembebasan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak Free On Board (FOB) USD 50.00 (lima puluh Dollar Amerika Serikat) untuk setiap orang per kiriman.

Tambahan:

Atas kelebihan dari FOB USD 50 (lima puluh Dollar Amerika Serikat) akan dikenakan BM dan PDRI.

Dasar Hukum:

Pasal 23 ayat (1) dan (2) PMK Nomor 188/PMK.04/2010.

Lanjut,

Pertanyaan 2:

Apakah dasar penetapan nilai pabean?

Jawaban:

Dasar nilai pebean adalah nilai transaksi;

Nilai transaksi merupakan harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar oleh pembeli kepada penjual atas barang yang dijual untuk diekspor ke dalam Daerah Pabean ditambah dengan biaya-biaya dan/atau nilai-nilai yang harus ditambahkan pada nilai transaksi sepanjang biaya-biaya dan/ atau nilai-nilai tersebut belum termasuk dalam harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar.

Tambahan:

Pemilik barang harus mampu menunjukkan bukti pembayaran atas transaksi jual-beli barang kiriman;

Bukti pembayaran akan dijadikan dasar oleh Pejabat Bea dan Cukai untuk menetapkan nilai pabean, karena pada umumnya di dalam proses transaksi jual-beli atas barang kiriman, penjual di luar negeri baru akan mengirim barang setelah pembeli melakukan pembayaran;

Jika ternyata barang kiriman yang dikirim belum dibayar oleh pemilik barang (dibayar dengan periode waktu tertentu) maka terhadap barang kiriman dapat ditetapkan sesuai dengan kewenangan Pejabat Bea dan Cukai tersebut.

Dasar Hukum:

Pasal 5 ayat (1) PMK Nomor 160/PMK.04/2010.

Lanjut,

Pertanyaan 3:

Apakah Invoice dapat dijadikan dasar penetapan nilai pabean?

 Jawaban:

Invoice adalah bukti transaksi jual-beli yang dibuat oleh penjual untuk dilampirkan pada saat barang kiriman dikirim kepada pembeli;

Invoice dapat digunakan oleh Pejabat Bea dan Cukai sebagai salah satu cara untuk menetapkan nilai pabean;

Invoice tidak sepenuhnya dijadikan dasar penetapan nilai pabean oleh Pejabat Bea dan Cukai, karena didalam beberapa kasus didapati bahwa penjual, baik atas permintaan atau persetujuan dari pembeli maupun tidak, yang sengaja membuatinvoice fiktif dengan nilai pabean yang diberitahukan cenderung under value (lebih rendah dari nilai transaksi yang seharusnya dibayar oleh pembeli).

Tambahan:

Pemilik barang harus mampu menunjukkan bukti pembayaran atas transaksi jual-beli barang kiriman;

Bukti pembayaran akan dijadikan dasar oleh Pejabat Bea dan Cukai untuk menetapkan nilai pabean, karena pada umumnya di dalam proses transaksi jual-beli atas barang kiriman, penjual di luar negeri baru akan mengirim barang setelah pembeli melakukan pembayaran;

Jika ternyata barang kiriman yang dikirim belum dibayar oleh pemilik barang (dibayar dengan periode waktu tertentu) maka terhadap barang kiriman dapat ditetapkan sesuai dengan kewenangan Pejabat Bea dan Cukai tersebut.

Dasar Hukum:

Pasal 5 ayat (1) PMK Nomor 160/PMK.04/2010

Lanjut ya,

Pertanyaan 4:

Mengapa barang kiriman saya lama tertahan di Bea dan Cukai?

Jawaban:

Yakin tertahan?

Barang kiriman baru akan diproses kepabeanan oleh Pejabat Bea dan Cukai setelahdokumen kepabeanan yang berupa PIBK yang diajukan oleh Perusahaan Jasa Titipan (PJT) atau dokumen PP22a yang diajukan oleh petugas Pos, bukan pada saat tiba di Indonesia.

Tambahan:

Terhadap PIBK yang telah ditetapkan nilai pabeannya oleh Pejabat Bea dan Cukai akan terbit Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) kecuali terhadap barang kiriman yang harus mendapatkan ijin dari instansi terkait dan selanjutnya PJT akan melakukan pembayaran melalui bank devisa persepsi maksimal 3 (tiga) hari kerjasetelah SPPB;

Terhadap dokumen PP22a oleh Pejabat Bea dan Cukai kan diterbitkan PP22bmaksimal 2 (dua) hari kerja (kecuali terhadap barang kiriman yang harus mendapatkan ijin dari instansi terkait).

Dasar Hukum:

Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-05/BC/2006;

Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero) Nomor SE-21/BC/2000 dan Nomor 36/Dirutpos/2000.

Lanjut lagi ya,

Pertanyaan 5:

Bagaimanakah perhitungan Bea Masuk barang kiriman?

Jawaban:

Perhitungan Bea Masuk dihitung dari Nilai Pabean atas barang kiriman tersebut;

Nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang impor yang bersangkutan yang memenuhi syarat nilai pabean dalam International Commercial Terms (incoterms) Cost, Insurance, dan Freight (CIF).

Tambahan:

Perhitungangan CIF dilakukan jika nilai transaksi melebihi FOB 50 USD.

Dasar Hukum:

Pasal 2 ayat (1) dan (2) PMK Nomor 160/PMK.04/2010

Lanjuttt lagi yaa

Pertanyaan 6:

Bagaimanakah perhitungan Bea Masuk terhadap beberapa jenis barang kiriman dalam satu kali pengiriman?

Jawaban:

BM dihitung berdasarkan tarif BM pada Kode HS sesuai klasifikasi jenis barang yang ditetapkan atas barang kiriman tersebut;

Jika barang kiriman terdiri dari 2 (dua) atau 3 (tiga) jenis barang kiriman maka Pejabat Bea dan Cukai akan melakukan perhitungan tarif BM berdasarkan tarif masing-masing jenis barang kiriman tersebut;

Jika barang kiriman terdiri lebih dari 3 (tiga) jenis barang kiriman maka Pejabat Bea dan Cukai akan melakukan penetapan tarif BM dengan berdasarkan tarif BM tertinggi dari jenis barang kiriman yang ada.

Lebih lanjut silakan buka:

http://www.insw.go.id/ atau eservice.insw.go.id

Dasar Hukum:

Pasal 33 ayat (1) dan (2) PMK Nomor 188/PMK.04/2010

Kembali lanjut,

Pertanyaan 7:

Berapakah tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor?

Jawaban:

Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen).

Tambahan:

Perhitungan PPN atas barang impor (PPN impor) dihitung berdasarkan nilai impor (nilai pabean ditambah BM).

Dasar Hukum:

Pasal 7 UU Nomor 42 Tahun 2009

Dilanjut,

Pertanyaan 8:

Berapakah tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor?

Jawaban:


Pemilik barang kiriman yang mempunyai API dan menunjukkan NPWP akan dikenakan pungutan PPh impor sebesar 2,5% (dua setengah persen) dari nilai impor;

Pemilik barang kiriman yang mempunyai API tetapi tidak menunjukkan NPWP akan dikenakan pungutan PPh impor sebesar 5% (lima persen) dari nilai impor;

Pemilik barang kiriman yang tidak mempunyai API tetapi mempunyai dan dapat menunjukkan NPWP akan dikenakan pungutan PPh impor sebesar 7,5% (tujuh setengah persen) dari nilai impor;

Pemilik barang kiriman yang tidak mempunyai API maupun tidak mempunyai atau tidak dapat menunjukkan NPWP dikenakan pungutan PPh impor sebesar 15% (lima belas persen) dari nilai impor.

Tambahan:

Fasilitas Barang kiriman berdasarkan PMK Nomor 188/PMK.04/2010 hanya diberikan kepada perorangan, bukan perusahaan.

Dasar Hukum:

Pasal 2 ayat (1) huruf a angka 1 dan 2 PMK Nomor 175/PMK.011/2013;

Pasal 2 ayat (3) PMK Nomor 175/PMK.011/2013.

Siap lanjut lagi?

Pertanyaan 9:

Adakah contoh perhitungan barang kiriman?

Jawaban:

Contoh 1:

Saya membeli barang seharga USD 40 dengan biaya pengiriman USD 20. Saya tidak mempunyai NPWP.

Berapakah pungutan negara yang harus saya bayar?

GRATIS!!

 *dengan catatan bukti pembayaran juga Anda lampirkan pada saat dilakukan Pemeriksaan Kepabeanan oleh Petugas Bea dan Cukai dan jika bukti pembayaran tidak tercantum maka Pejabat Bea dan Cukai mempunyai kewenangan menetapkan nilai pabean berdasarkandata pembanding yang dimiliki atas barang yang sama dari negara asal yang sama.

Contoh 2:

Saya membeli barang dari Korea seharga USD 550 dengan biaya pengiriman USD 50 yang dikirim melalui EMS dengan tracking number EM002125946KR (fiktif) . Saya mempunyai dan bisa menunjukkan NPWP.


Berapakah pungutan negara yang harus saya bayar?

Misal:

Kurs 1 USD: Rp. 10.000,00

Bea Masuk 10%

PPN impor: 10%

PPh impor: 7,5%

Harga barang USD 500, mendapat pembebasan USD 50 menjadi USD 450. (Cost)

Biaya Pengiriman USD 50 (Freight)

Asuransi (Insurance): 0,5% x (Harga Barang setelah mendapat pembebasan + biaya pengiriman) = 0,5 x USD 500 = USD 2,5.

Nilai Pabean (CIF) = 502,5 x Rp. 10.000,00 = Rp. 5.025.000,00

Bea Masuk = 10% x Nilai Pabean = Rp. 502.500,00

Nilai Impor (NI) = Nilai Pabean + Bea Masuk = Rp. 5.025.000,00 + Rp. 502.500,00 = Rp. 5.527.500,00

PPN impor = 10% x Nilai Impor = Rp. 552.750,00

PPh Impor = 7,5% x Nilai Impor = Rp. 415,000,00 (dibulatkan ke atas)

Total pungutan negara yang harus saya bayarkan sebesar: Rp 1.470.250,00*

Selain itu, terhadap biaya-biaya sebagaimana tersebut diatas (Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor), Anda juga akan dikenakan biaya administrasi dari perusahaan ekspedisi yang Anda gunakan.

*Jika ternyata barang kiriman saya ditetapkan diatas nominal tersebut bukan berarti Pejabat Bea dan Cukai melakukan mark-up atau manipulasi harga. Jika Pejabat Bea dan Cukai menganggap harga barang tidak wajar maka sesuai dengan kewenangannya dapat menetapkan berdasarkan data pembanding yang dimiliki atas barang yang sama dari negara asal yang sama. Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti pembayaran atas pembelian barang tersebut.



INGAT!

invoice tidak sepenuhnya dapat dijadikan dasar penetapan nilai pabean oleh Pejabat Bea dan Cukai.

Karena saya menggunakan perusahaan ekspedisi EMS maka saya masih dapat melakukan berkeberatan terhadap penetapan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor yang telah ditetapkan dalam Pencacahan dan Pembeaan Kiriman Pos (PPKP), penerima kiriman dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dengan menjelaskan alasan-alasannya (bukti pendukung)

Jika keberatan tersebut disetujui maka PPKP atas barang kiriman tersebut akan dilakukan penetapan ulang (revisi) oleh Pejabat Bea dan Cukai.

Lanjut lagi yaaa,

Pertanyaan 10:

Bagaimana jika barang kiriman diharuskan mendapat perijinan dari Instansi terkait?

Jawaban:

Terhadap barang kiriman yang terkena ketentuan larangan dan pembatasan (lartas) maupun barang modal bukan baru selain dilakukan pemeriksaan pabean, pemilik barang juga harus mendapatkan dokumen perijinan dari instansi terkait, misalnya BPOM dari Kementerian Kesehatan, Badan Karantina dari Kementerian Pertanian atau Kemeterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Sucofindo dan lain-lain.

Tambahan:

Apabila dokumen perijinan dari instansi terkait tidak dapat dipenuhi, maka terhadap barang kiriman tidak dapat dilakukan pengaluaran ke dalam negeri.

Apa itu Lartas:

Kategori Lartas:

Dasar Hukum:

Peraturan dari instansi terkait

Lanjut lagi

Pertanyaan 11:

Bagaimana upaya keberatan (PJT) terhadap penetapan nilai pabean?

Jawaban:

PIBK yang diajukan oleh PJT setelah diterbitkan SPPB wajib dilunasi maksimal 3 (tiga) hari kerja;

PJT terlebih dahulu melakukan pembayaran melalui bank devisa persepsi dan selanjutnya memberitahukan kepada pemilik barang bahwa penetapan nilai pabean oleh Pejabat Bea dan Cukai bersifat final.

Tambahan:

Hal ini mengakibatkan upaya keberatan atas penetapan nilai pabean oleh Pejabat Bea dan Cukai melalui PJT menjadi tidak ada.

Siapa PJT:

http://www.bcsoetta.net/v2/page/pjt

Dasar Hukum:

Pasal 30 ayat (3) PMK Nomor 188/PMK.04/2010;

Pasal 7 ayat (1) Pasal 5 ayat (8) Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-05/BC/2006.

Lanjut,

Pertanyaan 12:

Bagaimana upaya keberatan (PT. Pos Indonesia, termasuk EMS) terhadap penetapan nilai pabean

Jawaban:


Jika penerima kiriman berkeberatan terhadap penetapan bea yang telah ditetapkan dalam PPKP, penerima kiriman dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dengan menjelaskan alasan-alasannya


Tambahan:


Jika keberatan tersebut disetujui maka PPKP atas barang kiriman tersebut akan dilakukan penetapan ulang (revisi) oleh Pejabat Bea dan Cukai.


Dasar Hukum:


Pasal 11 ayat (4) Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero) Nomor SE-21/BC/2000 dan Nomor 36/Dirutpos/2000


Masih belum bosan kan?


Lanjutttt,


 


Pertanyaan 13:


Apakah bukti pelunasan dari BM dan PDRI terhadap barang kiriman?


Jawaban:


Terhadap setiap pelunasan pungutan negara berupa BM dan PDRI melalui bank devisa persepsi atau kantor pos persepsi, pemilik barang akan mendapat bukti pelunasan pungutan negara ke kas negara berupa SSPCP;

SSPCP adalah hak dari pemilik barang atas pelunasan pungutan negara;

SSPCP harus diserahkan kepada pemilik barang, baik melalui PJT maupun PT. Pos Indonesia;

Dengan adanya SSPCP tersebut, maka pemilik barang akan mengetahui besarnya pungutan negara yang dilunasi beserta rinciannya.

Lanjut,

Pertanyaan 14:

Bagaimanakah jika saya membeli barang dari luar negeri secara bersamaan?

Jawaban:

Pejabat Bea dan Cukai akan menggabungkan beberapa AwB tersebut untuk ditetapkan masing-masing barang menjadi 1 (satu) dokumen pengajuan PIBK atau PP22a dan hanya mendapatkan pembebasan FOB USD 50 terhadap seluruh barang kiriman atas penerima barang kiriman yang sama.

Lanjut lagi,

Pertanyaan 15:

Bagaimana jika barang kiriman saya berupa barang hadiah dari teman atau kerabat saya di luar negeri?

Jawaban:

Pejabat Bea dan Cukai menetapkan nilai pabean terhadap barang kiriman tersebut dan diperlakukan sebagai barang impor yang menjadi subyek BM dan PDRI.

Tambahan:

Kecuali terhadap barang hadiah yang tidak mempunyai nilai ekonomis.

Lanjut,

Pertanyaan 16:

Bagaimana jika barang kiriman tersebut rusak, hilang sebagian atau seluruhnya?

Jawaban:

Terhadap barang kiriman tersebut dibuka dan dikemas ulang oleh petugas PJT atau PT. Pos Indonesia dan pemeriksaan atas barang kiriman dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai di depan petugas PJT atau PT. Pos Indonesia.

Tambahan:

Tanggung jawab atas barang kiriman yang rusak, hilang sebagian atau seluruhnya ada di PJT atau PT. Pos Indonesia.

Dasar Hukum:

Pasal 25 ayat (4) dan (5) PMK Nomor 188/PMK.04/2010l;

Pasal 4 Ayat (1) Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero) Nomor SE-21/BC/2000 dan Nomor 36/Dirutpos/2000.

Lanjut yaaa,

Pertanyaan 17:

Saya beli handphone tiga buah kenapa handphone saya ditahan Bea dan Cukai?

Jawaban:

Terhadap impor seluler, komputer genggam (handled) dan komputer tablet yang merupakan barang kiriman dapat diberikan kepada penerima barang dan tidak dilakukan penegahan sepanjang jumlah barang impor tersebut tidak lebih dari 2 (dua) unit per pengiriman;

Jika melebihi 2 (dua) maka harus mendapat ijin dari Kementerian Perdagangan.

Dasar Hukum:

Pasal 22 Permendag Nomor 38/M-DAG/PER/8/2013.

Lanjuttt ah, pertanyaan terakhir

Pertanyaan 18:

Apakah ada perkecualian terhadap barang kiriman?

Barang kiriman berupa barang dagangan.

Barang contoh.

Tambahan:

Barang kiriman berupa barang dagangan tidak akan mendapatkan pembebasan BM dan PDRI.

Barang contoh tidak terkena BM dan PDRI

Sekian penjelasan dari saya, jika bermanfaat Alhamdulillah.

Jika kurang bermanfaat setidaknya menambah pengetahuan bagi sesama, #akurapopo hehe.

More posts info lebih lanjut bisa hubungi

ATT :+62)8216812492 dept import

Imail: ccandraimport@gmail.com

Web :http://forwadingimportcustums.com/


 


 


 


 


Untuk informasi lebih lanjut silakan Anda hubungi:

Share:

FREIGH FORWARDING TRASPORTASI EMKL.PPJK.EXPORTIR IMPORTIR

PT GLOBAL FANTASTIS
GENERAL TRANDING DISTRIBUTOR -IMPORTIR UMUM SUPPLIERS TRADING ALKES LABORATARIUM TRANSPORTATION CUSTOM SERVICES INTERNASIONAL

Kami Adalah Perusahaan Terkemuka Di Bidang Ini.



DOMISTICK

AIR FRIGHT


SEA FREIGHSEA FREIGH

Share:

Date

Translate

Ordered List

  1. Hubungi Kami, Bisnis Lancar Dan Aman.
  2. Kepercayaan Yang Utama.
  3. Bersama PT Global Fantastis.

Maps

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Yandex.Metrica